Tampilkan postingan dengan label tips dan trik yang bermanfaat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips dan trik yang bermanfaat. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Mei 2018

MANAJEMEN K3


1.      Pengertian Dan Elemen Sistem Manajemen K3 (Keselamatan dan Keselamatan Kerja)
Pengertian (Definisi) Sistem Manajemen K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) menurut Permenaker No 5 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ialah bagian dari sistem secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung-jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengajian dan pemeliharaan kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.
Sedangkan Pengertian (Definisi) Sistem Manajemen K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) menurut standar OHSAS 18001:2007 ialah bagian dari sebuah sistem manajemen organisasi (perusahaan) yang digunakan untuk mengembangkan dan menerapkan Kebijakan K3 dan mengelola resiko K3 organisasi (perusahaan) tersebut.
Elemen-Elemen Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja bisa beragam tergantung dari sumber (standar) dan aturan yang kita gunakan. Secara umum, Standar Sistem Manajemen Keselamatan Kerja yang sering (umum) dijadikan rujukan ialah Standar OHSAS 18001:2007, ILO-OSH:2001 dan Permenaker No 5 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.


                   
              Gambaran ILO-OSH : 2001                                                         Gambaran OHSAS 18001 : 2007

2.    Sistem Manajemen K3
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau biasa disebut SMK3 adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur prosesdan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan pencapaian, pengkajiandan, pemeliharaan, kebijakan, keselamatan, dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman (Permenaker No : PER. 05/MEN/1996).

3.    Tujuan Sistem Manajemen K3
a.    Alat ukur kinerja K3 dalam organisasi.
Sistem manajemen K3 digunakan untuk menilai dan mengukur kinerja penerapan K3 dalam organisasi. Dengan membandingkan pencapaian K3organisasi dengan persyaratan tesebut, organisasi dapat mengetahui tingkat pencapaian K3.
b.    Pedoman implementasi K3 dalam organisasi
Sistem manajemen K3 dapat digunakan sebagai pedoman atau acuan dalam mengembangkan sistem manajemen K3. Beberapa bentuk sistem manajemen K3 yang digunakan sebagai acuan misalnya ILO OHSMS Guidelines, API HSE MS Guidelines, Oil and Gas Producer Forum ( OGP ) HASEMS Guidelines, ISRS dari DNV dan lainnya
c.    Dasar penghargaan (awards)
Sistem manajemen K3 juga digunakan sebagai dasar untuk pemberian penghargaan K3 atas pencapaian kinerja K3. Penghargaan K3 diberikan baik olehinstansi pemerintah maupun lembaga independent lainnya
d.   Sertifikasi penerapan K3
Sistem manajemen K3 juga dapat digunakan untuk sertifikasi penerapanmanajemen K3 dalam organisasi.sertifikat diberikan oleh lembaga sertifikat yangtelah diakreditasi oleh suati badan akreditasi. Sistem sertifikasi dewasa ini telah berkembang secara global Karena dapat diacu di Seluruh dunia.
4.    Manfaat Sistem Manajemen K3

a.    Pihak manajemen dapat mengetahui kelemahan-kelemahan unsur sistemoperasional sebelum timbul gangguan operasional, kecelakaan, insiden dankerugian-kerugian lainnya.
b.    Dapat diketahui gambaran secara jelas dan lengkap tentang kinerja K3 di perusahaan.
c.    Dapat meningkatkan pemenuhan terhadap peraturan perundangan bidang K3.
d.   Dapat meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kesadaran tentang K3,khususnya bagi karyawan yang terlibat dalam pelaksanaan audit.
e.    Dapat meningkatkan produktivitas kerja

5.    SMK3 Auditor – Training Center
Perusahaan di Indonesia. Tentu saja tujuannya adalah untuk meningkatkan produktifitas perusahaan dengan cara mengendalikan semua potensi bahaya dan risiko yang dapat menimbulkan kecelakaan dan kerugian bagi perusahaan.
Guna Sistem Manajemen K3 (SMK3) telah banyak diterapkan berbagai mengetahui keefektifan penerapan SMK3 dan mengukur kinerja pelaksanaan SMK3, serta untuk membuat perbaikan-perbaikan maka diperlukan pelaksanaan internal audit SMK3.
Selain itu melalui internal audit SMK3 akan diketahui program K3 apakah telah dilaksanakan sesuai dengan kebijakan K3 yang telah ditetapkan pada suatu perusahaan.
Hasil dari Internal Audit akan digunakan sebagai salah satu masukan dalam Management Review yang disyaratkan oleh SMK3

a.    Kenapa harus mengikuti training ini?

·         Memenuhi kriteria Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 Tahun 2012 mengenai penerapan SMK3
·         Mempunyai tenaga ahli dalam hal audit SMK3 dari internal perusahaan

b.    Apa keuntungan mengikuti training ini?

·         Menjadi auditor internal SMK3 yang kompeten dan professional yang mampu melaksanakan audit penerapan SMK3 di perusahaan
·         Berpotensi menjadi auditor eksternal SMK3
  • Berpotensi menjadi auditor eksternal SMK3Merencanakan, mempersiapkan, melaksanakan dan melaporkan hasil internal audit SMK3
  • Mengerti dan memahami Prinsip-prinsip, elemen-elemen dan Kriteria SMK3
  • Mengumpulkan, menganalisa dan verifikasi bukt audit serta mengkomunikasikan hasil observasi yang signifikan untuk ditindaklanjuti.
  • Mengevaluasi pemenuhan peraturan perundangan K3
  • Mengerti dan memahami peran auditor SMK3 dan lead auditor dalam melaksanakan audit SMK3
c.    Apa kerugiann jika tidak mengikuti training ini?
  • Tidak terpenuhi kriteria Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 Tahun 2012 mengenai penerapan SMK3
  • Tidak mempunyai tenaga ahli dalam hal audit pelaksanaan dan penerapan k3 di perusahaan
  • Budget akan lebih tinggi jika harus selalu menggunakan eksternal audit



Selasa, 23 Januari 2018

LULUSAN TEKNIK INDUSTRI


Teknik Industri tetap berakar pada keilmuan teknik yaitu proses perancangan (design). Obyek yang dirancang dalam Teknik Industri adalah sebuah sistem, bukan sesuatu yang konkret seperti jembatan, gedung, pesawat terbang, atau yang lain. Pada dasarnya, ilmu Teknik Industri dapat dibagi ke dalam tiga bidang keahlian, yaitu :

1.   Sistem Manufaktur. Bidang ini memanfaatkan pendekatan Teknik Industri untuk peningkatan kualitas, produktivitas, dan efisiensi sistem integral (manusia, mesin, material, energi, dan informasi) melalui proses perancangan, perencanaan, pengoperasian, pengendalian, pemeliharaan, dan perbaikan dengan menjaga keselarasan aspek manusia dan lingkungan kerjanya.

2.   Bidang keahlian Manajemen Industri. Bidang ini cenderung bergerak ke arah persoalan-persoalan yang bersifat makro dan strategis. Persoalan yang dihadapi seringkali sudah tidak ada lagi bersangkut-paut dengan problem yang timbul di lini produksi (sistem produksi) ataupun manajemen produksi/industri; melainkan sudah beranjak ke persoalan diluar dinding-dinding pabrik.

3.   Bidang keahlian Sistem Industri dan Tekno-Ekonomi. Bidang ini memanfaatkan pendekatan Teknik Industri untuk meningkatkan daya saing sistem integral (tenaga kerja, bahan baku, energi, informasi, teknologi, dan infrastruktur) yang berinteraksi dengan komunitas bisnis, masyarakat, dan pemerintah.

Prospek Lulusan Teknik Industri

Seorang lulusan Teknik Industri memiliki prospek kerja di bidang yang sangat luas antara lain adalah

1. Divisi Spesialisasi teknik industri
Beberapa perusahaan memiliki divisi khusus untuk teknik industri. Divisi ini bertujuan untuk mengintegrasikan dan mengoptimalkan seluruh sistem dalam integrasi hulu (upstream) sampai hilir (downstream). Nama divisi ini bervariasi, beberapa menggunakan nama industrial engineering division, Continuous Improvement System & Industrial Engineering, systems integration division, dan beberapa menyebutnya division of Toyota Production System (TPS) karena Toyota bisa dibilang salah satu pelopor dan yang paling sukses dengan penerapan teknik industri. Divisi adalah pekerjaan yang paling cocok untuk industrial engineer, tetapi tidak semua perusahaan memiliki divisi ini.

2. Divisi Produksi
Divisi produksi merupakan salah satu pekerjaan yang paling cocok untuk industrial engineer mengingat production techniques adalah inti utama dari teknik industri. Industrial engineer berfungsi untuk mengoptimalkan rantai produksi dengan lean thinking, penghematan, mengeleminasi 7 waste, dll. Industrial engineer ini sangat cocok untuk produksi di industri manufaktur seperti mobil dan sebagainya. Tapi ini juga untuk industri lainnya. Untuk produksi di industri makanan dan minuman, industrial engineer biasanya bekerja sama dengan lulusan teknologi pangan dan untuk produksi industri pertambangan atau industri minyak dan gas, industrial engineer biasanya bekerja dengan insinyur pertambangan minyak bumi.

3. Divisi Engineering
Divisi engineering bisa menjadi salah satu pekerjaan alternatif untuk industrial engineer. Divisi ini terkait erat dengan mesin, peralatan, dan kelengkapan produksi. Dalam prakteknya, divisi engineering ini sebenarnya lebih diisi oleh mechanical engineer atau insinyur listrik. Namun, teknik industri adalah bagian dari teknik mesin, insinyur sehingga industri juga cukup tahu tentang mesin. Selain itu salah satu core utama dari teknik industri adalah teknik manufaktur yang sangat erat kaitannya dengan pembagian ini. Selain itu, divisi engineering sangat berkaitan erat dengan divisi produksi. Berikut industrial engineer juga dapat memainkan peran utama karena industrial engineer memiliki pemahaman yang lebih baik tentang sistem produksi.

4. Divisi PPIC / Gudang (Warehouse)
Divisi ini bisa dibilang hanya diisi oleh industrial engineer karena PPIC (Production Planning and Inventory Control/Perencanaan Produksi dan Pengendalian Persediaan) hanya dipelajari dalam teknik industri. Oleh karena itu, divisi PPIC dapat menjadi salah satu pekerjaan andalan untuk industrial engineer meskipun PPIC adalah hanya sebagian kecil dari teknik industri.

5. Divisi SHE (Safety, Health, Environment)
Divisi SHE (Keselamatan, Kesehatan, Lingkungan) saat ini lebih diisi oleh lulusan kesehatan masyarakat, kedokteran kerja dan  environmental engineer. Namun, pada kenyataannya pekerjaan itu juga sangat cocok untuk industrial engineer. Salah satu inti utama dari teknik industri adalah ergonomi. Hal ini sangat terkait dengan keselamatan dan kesehatan, terutama ergonomi fisik. Bahkan di antara pendidikan yang tersebut di atas, hanya teknik industri adalah benar-benar talented untuk merancang sebuah sistem seperti mesin, peralatan, metode kerja, organisasi, dll untuk membuatnya aman bagi pekerja. Industrial engineer juga dapat menyinkronkan kepentingan keamanan untuk kepentingan produksi dan tujuan manajemen internal. Karena itu, banyak perusahaan sekarang mulai menempatkan industrial engineer di divisi ini. Bidang teknik keselamatan sebenarnya juga merupakan bagian dari teknik industri. Untuk masalah lingkungan, teknik industri juga mempelajari pengelolaan limbah, meskipun masih tidak sedetail di bidang teknik lingkungan.

6. Divisi HRD
Pekerjaan di divisi HRD diisi oleh tiga latar belakang pendidikan yang bersifat psikologis, hukum, dan teknik industri. Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda dan spesialisasi dalam sumber daya manusia. Industrial engineer memiliki kelebihan bahwa mereka lebih akrab dengan lapangan, lokasi kerja atau lantai produksi sehingga lebih mudah untuk berinteraksi dengan pekerja lapangan dan sangat mengetahui alat-alat kerja, mesin kerja, metode kerja, produksi, dan unsur rekayasa lain yang hampir tidak ada hubungannya dengan psikologi atau hukum. Salah satu inti utama dari teknik industri adalah ergonomi yang memiliki prinsip desain yang berpusat manusia. Salah satu cabang dari ergonomi yang ergonomi organisasi juga banyak diterapkan di HRD seperti produktivitas sumber daya manusia, komunikasi, manajemen sumber daya manusia, desain kerja, kerja tim, organisasi virtual dll.

7. Divisi Pemeliharaan (Maintenance)
Pekerjaan di divisi pemeliharaan cukup banyak diperankan oleh industrial engineer. Meskipun daerah ini lebih banyak berhubungan dengan mesin dan lebih sesuai diisi oleh insinyur mesin tapi industrial engineer memiliki keunggulan dalam bidang teknik dan sistem manajemen. Salah satu manajemen pemeliharaan terkenal di teknik industri adalah total productive maintenance.

8. Divisi Perencanaan Biaya
Pekerjaan sebagai perencana biaya sangat cocok untuk industrial engineer. Biaya utama adalah biaya produksi dan yang paling akrab bagi produksi tidak lain adalah industrial engineer. Dalam teknik industri, ada juga ekonomi teknik dan analisis biaya sebagai bagian dari akuntansi manajerial. Akuntansi ini berbeda dari akuntansi banyak dipelajari di fakultas ekonomi. Hal ini lebih ditujukan untuk kepentingan internal perusahaan.

9. Divisi Pengendalian Mutu (Quality Control)
Kualitas produk ditentukan dari unsur-unsur dalam sistem produksi secara keseluruhan mulai dari pasokan bahan baku. Yang paling mengetahui aliran bahan dari hulu ke hilir adalah industrial engineer. Oleh karena itu pekerjaan sebagai pengendali kualitas ini juga cocok untuk industrial engineer. Disini industrial engineer juga bekerja sama dengan teknisi lain seperti mechanical engineer dan sebagainya. Fakta bahwa kemampuan statistik dari industrial engineer adalah salah satu yang terbaik di antara para engineer dan membuat posisi ini cocok untuk industrial engineer. Tapi industrial engineer jarang ditempatkan pada kontrol kualitas makanan dan minuman atau farmasi industri.

10. Divisi R & D
Pekerjaan di divisi R & D (Research & Development) juga cocok untuk industrial engineer. Salah satu inti utama dalam teknik industri adalah rekayasa manufaktur di mana ada desain produk dan pengembangan. Dalam R & D, industrial engineer bekerja sama dengan insinyur lainnya seperti mechanical engineer, electrical engineer, dan sebagainya. Tapi industrial engineer (dan engineer lainnya) akan ditempatkan di kurang cocok di R & D industri makanan dan minuman, obat, dll industrial engineer adalah lebih cocok untuk R & D manufaktur, terutama mobil, sepeda motor dan sejenisnya.

11. Divisi SCM
Divisi SCM (Supply Chain Management/ Manajemen rantai pasok) juga bisa menjadi alternatif pekerjaan untuk industrial engineer. Kemampuan sistemik dan integrasi yang dimiliki oleh industrial engineer membuat mereka lebih mudah untuk memahami rincian aliran produk dari hulu ke hilir, dari titik asal bahan baku sampai produk di tangan konsumen. Divisi SCM biasanya diisi oleh lulusan manajemen dan teknik industri.

12. Divisi Lainnya (purchasing, marketing, dll)
Divisi lain banyak lowongan terbuka untuk industrial engineer. Beberapa divisi yang tidak terkait langsung dengan teknik industri, misalnya untuk divisi purchasing (pembelian). Namun, karena divisi ini terkait erat dengan PPIC dan merupakan salah satu pendukung produksi, divisi ini diisi oleh industrial engineer dan engineer lain terutama mechanical engineer yang lebih mengetahui parts, mesin, dan alat. Banyak divisi, hampir seluruhnya tidak terkait dengan teknik industri seperti divisi purchasing atau divisi marketing. Tapi banyak perusahaan yang mempekerjakan industrial engineer untuk divisi ini karena industrial engineer dikenal sebagai pemahaman yang lebih baik teknik maupun bisnis. Industrial engineer biasanya memiliki keterampilan sosial yang lebih baik dan komunikasi dibandingkan dengan engineer lainnya, meskipun tidak selalu. Umum urusan divisi juga bisa diisi oleh industrial engineer dan latar belakang lainnya.

13. Konsultan
Konsultan cukup banyak dipilih oleh para industrial engineer sebagai pekerjaan mereka. Industrial engineer memiliki kemampuan integrasi dan berpikir sistemik yang sangat dibutuhkan oleh konsultan.

14. Entrepreneur
Entrepreneur merupakan pekerjaan yang paling menantang dan berisiko. Sesuai namanya, industrial engineer sebenarnya diajarkan untuk merancang industri termasuk dalam mengaturnya. Kemampuan ini dapat digunakan untuk memulai bisnis, meskipun tidak selalu di bidang manufaktur, tetapi dengan prinsip yang sama. Di antara insinyur, industrial engineer diketahui memiliki indera terbaik kewirausahaan dan bisnis.

Profesi yang biasa digeluti oleh para industrial engineering adalah:

PPIC Staff/Supervisor/Manager
Menguasai Teknik Perencanaan Produksi .
Menguasai Teknik Perencanaan Inventory dan delivery
Menguasai Teknik Penghitungan Harga Pokok Produksi dan Master Produksi Schedule
Mengerti dan memastikan waktu produksi dan penjadwalan delivery dengan perencanaan yang baik
Controlling dan follow up stok level, control of in coming dan out going product serta recording
Keep on time delivery to customer and monitor quantity problem
Controlling stok taking and activity stok analysis
Making montly periodical  activity report
Calculate budgeting for production needs
Mampu mengoperasikan microsoft office( Out look,Excell,word)
Dapat bekerja secara team,  cepat beradaptasi,tegas,loyal,disiplin,mampu bekerja dibawahtekanan dan ,memiliki jiwa leadership.
Familiar dengan ISO 9001:2008
Familiar dengan budaya kerja 5R
Design Engineering
Mampu mengoperasikan Komputer Program Ms Office, autocad, adobe photoshop , software 3D Max, solid worker
Memiliki kemampuan leadership dan menguasai Sistem Management Mutu (ISO 9001:2008)
Continuous Improvement Staff/Manager
Expert in application of continuous improvement methods and project management
Able to lead and facilitate continuous improvement projects
Experience in creating and implementing strategy and programs to develop continuous improvement culture in factory
Demonstrated success in establishing and maintaining cooperation relationship with all stakeholders in rolling all continuous improvement
Preference to have green belt or black belt in six sigma
Industrial Engineer
Candidate must possess at least a Bachelors Degree in Industrial Engineering with GPA min 3.00 of 4.00.
Have knowledge of raw material planning and inventory control.
Ability to define problems, collect data, establish facts and draw conclusions.
Have knowledge of inventory objectives (i.e. safety stock, lead times, cycle stock, pre-build horizons)
Ability to adapt to ever-changing environment
Critical thinking ability as well as exceptional ability to trouble shoot and problem solving skills.
Strong mathematical skill
Ability to multi-task and excellent organizational skills
Excellent written and oral communication skills.
Indepentent, good initiative  able to work with minimum supervisory
Able to lead others in order to achive companys goal
Microsoft Office Experience including Excel, Word and Outlook
QA Engineer
Experience in establish, implement and review QMS based on business process.
Experience in handling internal & external audit ISO 9001
Experience in business process improvement using six sigma or other improvement tools
Preferably Supervisor / Coordinators specializing in Quality Control/Assurance or equivalent.
Good understanding in ISO 9001:2008 and OHSAS 18001
Packaging Development Staff
Memahami dan mengerti ilmu bahan
Mampu menggunakan software aplikasi 2D/3D [Auto Cad, Solid Work]
Disiplin dan taat pada aturan perusahaan
suka bekerja keras, bisa bekerjasama dan terbiasa dengan deadline
Dapat bekerjasama dalam team
Quality Management System Officer
Memiliki pengalaman dalam bidang Quality Management System dari perusahaan manufacturing terutama dalam pengelolaan ISO 9001, HACCP dll
Aktif dalam berbahasa Inggris baik lisan maupun tulisan
Production Supervisor
Has strong knowledge and experienced in Management System (ISO 9001, CPOB, GMP) and production technology
Strong leadership, mature, honest, responsible, high motivated, self confidence and able work in a team
Able to operate computer, especially MS Office
Engineering Staff
Mengetahui methode improvement (Why-why analisys, 7 waste)
Memahami pelaksanaan 5S/5R
Mengerti methode Ergonomi gerakan.
Mamahami perhitungan dan analisa waktu kerja manusia dan mesin.
Mahir Ms. Office, Auto Cad.
Sumber: http://www.jobstreet.co.id

*persyaratan untuk profesi mungkin berbeda di setiap perusahaan

Sumber: https://www.google.co.id/amp/s/yaudahlahh.wordpress.com/2012/06/30/profesi-lulusan-teknik-industri/amp/

Minggu, 19 Februari 2017

SOP KAMPUS (RUBRIK HMTI)




A.     Data Tugas Prosedur Pembuatan Surat Permohon Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan Pengumpulan Akhir (TA) ke Perusahaan
1.      Mahasiswa mendaftar ke Prodi TMI/TIO dengan mencatat Nama, NIM, Nama dan Alamat Perusahaan, Perihal/tujuan permohonan : PKL atau Pengumpulan Data TA pada buku besar
2.      Prodi TMI/TIO mengirim data mahasiswa dan nama perusahan ke Subak PKL dan TA untuk dibuatkan surat permohonan ke perusahaanSurat permohonan ditandatangani oleh Pudir
3.      Surat permohonan ditandatangani oleh Pudir I sebanyak 3 rangkap (1 lembar ke perusahaan, 1 lembar arsip Prodi TMI/TIO, 1 lembar arsip Subag PKL dan TA)
4.      Subag PKL dan TA menyerahkan surat permohonan ke Prodi TMI/TIO
5.      Prodi TMI/TIO menyerahkan kepada Mahasiswa



B.      Prosedur Penyusunan Tugas Akhir (TA)
1.      Mahasiswa membuat proposal TA yang memuat topik TA diserahkan kepada Kaprodi TMI/TIO
2.      Kaprodi memilih dosen pembimbing sesuai dengan keahlian topik TA  yang diajukan
3.      Pudir I mengevaluasi dosen pembimbing dan mengusulkan kepada Direktur Politeknik STMI Jakarta
4.      Direktur Politeknik STMI Jakarta mengeluarkan surat tugas kepada dosen pembimbing dengan tembusan kepada jurusan, administrasi akademik, dan mahasiswa bimbingan
5.      Bagian administrasi akademik menyerahkan surat tugas dan buku konsultasi bimbingan kepada dosen pembimbing
6.      Dosen pembimbing memberikan konfirmasi kesediaan untuk menjadi dosen pembimbing
7.      Pada proses bimbingan dan penelitian, mahasiswa dan dosen pembimbing mengisi buku bimbingan



C.        Prosedur Seminar Tugas Akhir
1.      Mahasiswa mendaftar ke Subag PKL dan TA untuk mengikuti seminar dengan menyerahkan :  lembar persetujuan dari dosen pembimbing TA, transkrip nilai, bukti pembayaran ujian sidang/seminar, foto copy ijazah SMA, 3 draft buku TA yang telah disetujui dosen pembimbing, Pas Foto
2.      Mahasiswa menyerahkan bukti pendaftaran TA ke Prodi TMI/TIO
3.      Kaprodi TMI/TIO menunjuk 2 dosen penguji dan menyerahkan jadwal seminar serta dosen pengujinya
4.      Subag PKL dan TA mengetik dan menyerahkan jadwal seminar ke Pudir I
5.      Pudir I menyerahkan jadwal seminar ke Direktur Politeknik STMI Jakarta untuk disahkan
6.      Direktur Politeknik STMI Jakarta mengesahkan jadwal seminar untuk diumumkan
7.      Subag PKL dan TA mengumumkan jadwal seminar kepada mahasiswa
8.      Subag PKL dan TA membuat undangan bagi dosen penguji
9.      Pudir I menandatangani undangan menguji
10.  Subag PKL dan TA mendistribusikan undangan untuk dosen penguji dengan disertai darft TA dan form perbaikan TA ke masing-masing dosen penguji sebagai berita acara
11.  Mahasiswa melakukan seminar TA
12.  Subag PKL dan TA mengambil draft dan form TA yang telah diisi dosen penguji
13.  Subag PKL dan TA menyerahkan salinannya (copy) kepada Mahasiswa




D.       Prosedur Ujian Sidang Tugas Akhir
1.      Mahasiswa mendaftar ke Subag PKL dan TA untuk mengikuti ujian sidang TA dengan menyerahkan : Lembar persetujuan revisi dari prodi TMI/TIO, 4 draft buku TA yang telah disetujui oleh dosen pembimbing
2.      Kaprodi TMI/TIO menunjuk 2 dosen penguji dan menyerahkan jadwal seminar serta dosen pengujinya
3.      Subag PKL dan TA mengetik dan menyerahkan jadwal seminar ke Pudir I
4.      Pudir I menyerahkan jadwal seminar ke Direktur Politeknik STMI Jakarta untuk disahkan
5.      Direktur Politeknik STMI Jakarta mengesahkan jadwal Ujian untuk diumumkan
6.      Subag PKL dan TA mengumumkan jadwal Ujian kepada mahasiswa
7.      Subag PKL dan TA membuat undangan bagi dosen penguji
8.      Pudir I menandatangani undangan menguji
9.    Mahasiswa melakukan ujian sidang TA
10.  Subag PKL dan TA mendistribusikan undangan untuk dosen penguji dengan disertai darft TA dan form perbaikan TA ke masing-masing dosen penguji sebagai berita acara
11.  Mahasiswa melakukan perbaikan TA melalui konsultasi dengan dosen pembimbing dan penguji
12.  Subag PKL dan TA menginput nilai individu dosen ke computer sehingga diperoleh nilai rekap dan berita acara sidang, surat keterangan lulus.









Minggu, 20 November 2016

SENTILAN DOSEN

SALAM UNITY!

Asalamualikum wr.wb

Hola sobat TI karena disuruh ketua infokom ngepost sesuatu yang bermanfaat pada bulan nopember ini jadi Blog TI pekan ini mengangkat materi tentang ‘mahasiswa yang blom bisa move-on dari jiwa masa SMA’

Karena kemarin ada kuliah tentang pengendalian mutu 1 dengan dosen Pa Imam Yusuf jadi ada sesuatu yang membuat gusar di hati.

Pertamanya si dia Cuma nanya ‘gimana soal uts kemarin gampang banget kan?’

sekelas sih jawab ‘gampang banget pa!’

terus dia ngelanjutin ‘yaudah besok pas UAS soalnya saya bikin agak susah’

anak2 sekelas terus bilang ‘jangan dong pa nanti kita ga jadi dapet nilai A, lagian kuliah bapak yang sangat berpotensi buat kita dapet nilai A semester ini’

pak imam langsung terdiam sebentar terus langsung bilang gini ‘mau denger ga perbedaan kampus2 kita yang ada di indonesia dengan kampus2 di luar negeri?’

anak2 diem terus ngangguk2, pa imam ngelanjutin ‘gini nak mahasiswa2 di luar negeri seperti di amerika, australi, singapura dll. Itu menganut kalo lo semua udah kuliah ya lo harus belajar dengan cara orang dewasa belajar jangan maunya di cekokin terus sama dosennya, cari itu ilmu sebanyak2nya dari mana aja, jangan Cuma ngandelin materi yang di kasih dosen. Baca itu buku refrensi yang lain bukan Cuma buku yang disuruh dosen buat materinya dia, main2 jangan Cuma main game, nongkrong2 lo main2 sama ke perpus'.

Anak2 langsung kaya ga bisa ngomong2 apa2 gitu, lanjut pa imam ngomong lagi ‘di luar negeri sana kalo kuliah itu ya mahasiswanya yang aktif, dia yang nyari materi kuliahnya sendiri dosennya dateng Cuma ngasih materi yang pokok2 aja di indonesia si udah ada kampus2 yang kaya gitu kaya UI, ITB, UGM dan universitas yang saringan masuknya ribuan orang memperebutkannya. Tapi jangan minder karena mereka dari universitas bonafit sama aja ujung2nya sama aja kalian juga mahsiswa mereka bisa masa kalian ga bisa, paksain dari sekarang belajar sendiri jangan Cuma nunggu materi dari dosennya aja, cari ilmu sendiri kalo masih kurang baca buku sebanyak2nya. Persaingan di dunia kerja bukan Cuma sekedar kamu lulusan dari universitas mana tapi tunjukin skill kamu, yang terpenting di dunia nyata (sesudah kuliah) itu yang dibutuhin skill kamu ko bukan nama universitas kamu ga usah minder tunjukin kalo kamu lebih dari yang lain’.

Anak2 di kelas semakin menundukan kepalanya, pa imam bilang lagi ‘kalo kalian saya kasih soal yag mudah kaya kemarin dimana tantangannya?, gimana cara kalian berfikir cepat dan mengambil tindakan yang tepat?, jadi kami semua dosen itu ya maunya kalian ngerti/paham materi kuliah yang dikasih terus juga dapet nilai bagus, bukannya Cuma ngasih nilai bagus doang’.
Dan sepertinya anak2 ada yang tergugah hatinya dan mulai sadar walaupun ada juga yang kayaknya merasa bodo amat deh……..

Jadi kesimpulannya mau kalian maba ke, anak2 semster atas ke, jangan lupa kalian ini mahasiswa dan jangan ngeluh kalo soal2 UTS atau UAS susah intropeksi diri kalian jangan Cuma nyalahin dosen right……..!